“Dalam kehidupan sehari-hari, dispenser memberikan kemudahan dalam mengkonsumsi air mineral yang dikemas dalam galon. Namun benarkah ada sarang bakteri pada dispenser?”
Terkadang sebagian orang sering mengabaikan kebersihan dan kesterilan dispenser. Jika dalam jangka panjang dispenser tidak dibersihkan, tentu akan memberikan kesempatan pada bakteri untuk berkembangbiak. Air yang harus diminum adalah air yang sehat. Ini bisa dilihat dari aspek fisik, kimia, dan mikrobiologi. Secara fisik, air sehat adalah air yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Dari aspek kimianya, air sehat memiliki pH netral dengan konsentrasi beberapa mineral-mineral tertentu yang tidak melebihi batas yang ditetapkan. Dari aspek mikrobiologinya, air yang sehat tidak mengandung mikroba penyebab penyakit (patogen). Misalnya, bakteri E. coli yang bisa menyebabkan diare dan Salmonela typhi yang menyebabkan tipus bila air yang kita minum tercemar oleh kedua bakteri tersebut.
Biasanya walau berulang-ulang mengganti galon air, kita mengabaikan fakta bahwa dalam dispenser ada sisa air di tabung dispenser hampir 1000 ml, dan dalam air tersebut bersembunyi bakteri penyebab penyakit. Ketika membeli air mineral dalam kemasan galon, biasanya akan mendapatkan tisu basah. Kenapa tisu itu harus digunakan untuk membilas mulut galon sebelum dimasukkan kedalam dispenser? Tisu yang diberikan ketika membeli air galon mengandung alkohol yang bisa digunakan untuk membunuh bakteri. Karena pada umumnya, mulut galon diletakkan terbalik diatas dispenser, sebaiknya tisu yang diberikan tersebut jangan dibuang, tapi gunakan tisu tersebut untuk mengelap mulut galon dan membunuh bakteri yang ada disitu.
Bagaimana cara membersihkan dispenser?
Dispenser setelah digunakan dalam jangka beberapa waktu, akan terakumulasi selapis endapan tipis yang sulit dibersihkan. Sebenarnya ada cara yang sederhana dan sehat dalam membersihkan noda tersebut. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Lemon diiris tipis, kemudian letakkan dalam wadah, direbus dengan air hingga mendidih selama 2 hingga 3 jam.
- Ketika mengganti air dispenser, gunakanlah air lemon yang sudah direbus untuk mencuci dispenser. Bukan hanya bisa membersihkan endapan kotoran, tetapi dalam dispenser juga akan tertinggal aroma lemon yang harum.
Langkah selanjutnya agar dispenser tidak menjadi sarang bakteri adalah sebagai berikut:
- Cabut steker listrik, angkat tabung galon kosong, buka kran dispenser, agar sisa air dalam rongga dispenser keluar.
- Gunakan penjepit untuk menggenggam kapas yang dibasahi alkohol, lalu bersihkan tabung dalam dispenser dan sisi luar-dalam penutupnya.
- Tuangkan disinfektan (obat steril) serba guna ke dalam tabung dispenser, rendamlah selama 10-15 menit.
- Buka kran dispenser untuk membuang /mengeluarkan disinfektan.
- Bilas seluruh rongga dispenser dengan air bersih, kemudian bukalah semua kran dispenser untuk membuang air.
- Gunakan kain lap untuk membersihkan sisi belakang dispenser dimana terdapat saklar on-off.
Oleh karena itu disarankan bagi yang menggunakan dispenser, harus membersihkan dan mensterilkan dispenser secara teratur. Selain menjamin dispenser dapat bekerja secara normal, juga dapat mengurangi penyebaran bakteri dalam air.
Referensi:
http://erabaru.net/kesehatan/34-kesehatan/18650-berishkan-dispenser-agar-tidak-jadi-sarang-bakteri
http://fk.uwks.ac.id/jurnal/judul/32
http://www.aqua.com/aqua-menyapa/konsumen
http://www.citydirectory.co.id/kesehatan/berita/Biasakan-Lap-Mulut-Galon-dengan-Tisu-Alkohol

